-
“KEBAHAGIAAN BERSAMA KEBAJIKAN” Buku Filsafat Plato Karya Frederick Copleston
Teori moral terkait etika plato bersifat eudai monistik dalam arti bahwa ia diarahkan pada pencapaian kebaikan tertinggi manusia, yang di dalamnya terdapat kebahagiaan sejati, ketika jiwa seorang berada pada keadaan yang seharusnya, maka orang itu bergembira. Hidup yang baik bagi manusia harus berupa kehidupan yang tercampur, tak hanya kehidupan pikiran ataupun kehidupan atas kesenangan indrawi. Oleh karena itu, Plato siap untuk mengakui kesenangan yang tak didahului oleh rasa sakit. Misalnya kesenangan intelektual, juga kesenangan yang terdiri dari kepuasan atas keinginan, asalkan mereka tak naif dan dinikmati dalam jumlah secukupnya. Seperti halnya madu dan air harus di campur dalam proporsi yang sesuai untuk membuat minuman yang enak, demikian pula perasaan yang…
-
“Waktu yang Adil”
“DEAR MY TIME” penulis: Diyanti Yulianto Waktu sangat lekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Kata Hasan Al-Basri, “Wahai Manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Setiap kali satu hari hilang, maka akan hilang juga sebagian dirimu”. Manusia tak pernah lepas dari waktu, maka bagaimana kita sebagai manusia yang pandai dan dianugerahi akal dan pikiran dalam menghitung dan menggunakan waktu 24 jam yang diberikan Tuhan untuk dimanfaatkan sebaik mungkin. Hidup hanya sekali, maka lakukanlah yang berarti. Muda tak selamanya, seperti kata David lowery: “Waktu berjalan begitu lambat saat kau masih kanak-kanak, kemudian setelah kau dewasa, waktu berjalan secepat satu kedipan mata”. Waktu yang telah dihabiskan selama hidup hingga terus menjadi dewasa terus berkurang.…
-
Mengenal Anak Melalui Kamus Perasaan
Saat membeli buku ini, melihat tata letak dan ilustrasinya, kukira ini memang beneran buku buat anak, sampai aku membaca tanda usia di belakang kover: U 21+. Ya, buku Apa Namanya? Kamus Perasaan Anak yang ditulis Park, Sung-woo dan ilustrator Kim, Hyo-eun ini ternyata bukan diperuntukkan bagi anak-anak usia 18 tahun ke bawah. Walau aku sendiri tentunya tidak melarang Faza yang usianya 10 tahun membaca buku ini. Kadang-kadang Kareem yang usianya 4,8 tahun pun minta aku membacakannya karena tertarik dengan ilustrasi di buku tersebut. Tanda usia di kover belakang menurutku bukanlah larangan untuk dibaca anak, tetapi lebih dimaksudkan bahwa buku ini kemungkinan besar tak serta merta dipahami oleh anak usia di…
-
“Ekspektasi yang Menghancurkan”
“Resensi buku Jika Kita Tak Pernah Baik-baik Saja by Alvi Syahrin” Beberapa kejadian dalam hidup ini kadang membuat kita tak lepas dari rasa kecewa dan membuat semangat hidup berkurang. Terkadang kita merasa tinggal di dunia yang penuh dengan orang-orang egois. Bahkan teman-teman yang kita pikir baik ternyata juga tidak sebaik yang diharapkan. Buku Alfi Syahrin berjudul “Jika Kita Tak Pernah Baik-Baik Saja” banyak menguatkan kita tentang hidup. Bagaimana hidup terus berjalan dengan kelapangan hati yang berlandaskan ajaran Islam. Salah satu kalimat dalam buku ini: “ekspektasilah yang menghancurkanku, bukan mereka” sepertinya berlaku untukku yang merasa selama ini kebanyakan bermimpi daripada melakukan aksi. Saya merasa terlalu tinggi ekspektasi terhadap diri dan…