Fairuz

“KEBAHAGIAAN BERSAMA KEBAJIKAN” Buku Filsafat Plato Karya Frederick Copleston

Teori moral terkait etika plato bersifat eudai monistik dalam arti bahwa ia diarahkan pada pencapaian kebaikan tertinggi manusia, yang di dalamnya terdapat kebahagiaan sejati, ketika jiwa seorang berada pada keadaan yang seharusnya, maka orang itu bergembira.

Hidup yang baik bagi manusia harus berupa kehidupan yang tercampur, tak hanya kehidupan pikiran  ataupun kehidupan atas kesenangan indrawi. Oleh karena itu, Plato siap untuk mengakui kesenangan yang tak didahului oleh rasa sakit. Misalnya kesenangan intelektual,  juga kesenangan yang terdiri dari kepuasan atas keinginan,  asalkan mereka tak naif dan dinikmati dalam jumlah secukupnya.

Seperti halnya madu dan air harus di campur dalam proporsi yang sesuai untuk membuat minuman yang enak, demikian pula perasaan yang menyenangkan dan aktivitas intelektual harus dicampur dalam proporsi yang sesuai untuk membuat kehidupan manusia lebih baik.

Tak ada orang bahagia yang tidak mengakui operasi ilahiah di dunia, sebab itu Plato dapat mengatakan bahwa kebahagiaan ilahi adalah pola kebahagiaan manusia.

Kebahagiaan harus dicapai dengan mengejar kebajikan.

Buku ini bahasanya sangat mendalam dan membuat saya menjadi penasaran pada setiap kata dan kalimatnya. Ketika membaca buku ini, saya sambil belajar materi filosofi pendidikan, ketika Plato percaya bahwa kebahagiaan sejati (eudaimonia) hanya bisa dicapai ketika jiwa manusia berfungsi sesuai dengan kodratnya, yaitu melalui akal budi (rasionalitas). Pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk melatih dan membimbing akal budi ini agar dapat mengendalikan nafsu dan emosi.

Dalam pandangan Plato, pendidikan bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan moral. Dengan pendidikan yang tepat, seseorang akan memahami Kebenaran dan Kebaikan, yang pada akhirnya akan membimbingnya menuju kehidupan yang berbudi luhur dan bahagia.

Jadi, pendidikan adalah sarana untuk mencapai kebahagiaan sejati; tanpa pendidikan, jiwa akan dipimpin oleh hasrat yang tidak terkendali, yang mengarah pada ketidakbahagiaan.

Share it

134 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial